LIHM INDONESIA

KECEPATAN DAN BISNIS

 
Dulu, pernah ketemu dengan seorang maestro bisnis dibidang kuliner. Beliau pernah berkata, jika bisnis jangan terlalu cepat nanti mudah kolaps. Beliau disamping menggeluti bidang kuliner juga dibidang properti, jika ditaksir omsetnya sudah mencapai sekitar kurang lebih 350 M.
Jika dibenturkan dengan anjuran para pebisnis yang lain, dan motivator2 yang lain, justru pernyataan di atas sangat bertolak belakang sekali. Mereka kebanyakan umumnya menganjurkan bisnis itu harus cepat, dari segala lini pelayanan, tanggapan, komunikasi, dan pertumbuhan bisnis itu sendiri, harus cepat. Begitu anjuran para pebisnis dan motivator pada umumnya, berbeda dengan pernyataan di atas seorang maestro bisnis dengan omset ratusan milyar.
Mari kita merenung dan sedikit berfilosofi, ketika anda lari tanpa ada batas finisnya karena bukan perlombaan, dan menggunakan kecepatan tinggi pasti akan mudah lelah dan tenaga pasti cepat berkurang. Akibatnya, setelah anda lelah dan terkuras tenaga anda, gerak anda menjadi sangat lambat sekali, atau bahkan membutuhkan istirahat yang lama untuk mengumpulkan tenaga lagi, dan lari lagi. Berbeda ketika anda tetap berlari dengan kecepatan normal, anda bisa berlari lebih lama dan tenaga anda juga bisa bertahan lama.
Kecuali anda dalam arena perlombaan lari yang ada batas finisnya, dan tenaga anda sangat cukup untuk mencapai batas finis tersebut, anda harus lari sekencang mungkin untuk memenangkan perlombaan tersebut. Bisnis itu bukan perlombaan, yang ada batas finis nya. Bisnis itu terus berkembang, dan harus terus dijalankan, dilalui, dan dinikmati, sampai waktu yang kadang sulit untuk ditentukan batas akhirnya.
 Jadi konsisten untuk terus melaju tanpa harus kehabisan tenaga itu lebih penting, dari pada cepat diawal dan gampang berhenti karena kehabisan tenaga.
Semoga Bermanfaat
Terimakasih